Tuesday, November 3, 2009

mummy


seperti ada nya oh dirimu,
menemanku waktu tidur,
seperti indah sang rembulan,
cahya nya menyinar


oh ibuku,
masih ku ingat,
waktu kecil dahulu waktu peluh keringat,
membasahi tubuh mu,
kemana saja kau bawa aku dalam peluk dakapmu ceria selalu,
minum makan ku,muntah tangis ku,
dan melatah dikau tak jemu,
ibu ku kau penawar duka ku,
senantiasa riangku mendengar engkau bercerita,
mungkin kerna itu lah aku taksub dengan bahasa,
mummy kenapa dinasour tak wujud lagi,
kenapa bintang di langit tak sebesar mentari,
engkau ibuku engkau juga ilmuku,
pelbagai soalan di aju padamu tidak pernah kau jemu,
labah-labah hitam pergi panjat pokok jati,
bila hujan turun ia lekas bersembunyi,
ibu kata kalau anak jati tak takut hujan,
jangan kau sembunyi jika datang rintangan.


kini ku hampir dewasa,
tidak lagi bermanja,
namun kisah silam kita masih segar diminda,
aku menangis engkau dsisi,
waktu aku gembira kau tentu rasa bahagia,
ibu ingat tak waktu ikut ibu pergi pasar,
terpaksa naik bas kena belum ada kereta,
panas terik dan membakar engkau payung kan aku,
engkau bagaikan lilin terbakar suluh anakmu,
namun aku tak seperti anak yang lain,
tak perlukan robot boleh cakap untuk bermain,
diberi gasing ku pusing dari pagi hingga ke petang,
kalau dapat pistol aku senyum seorang,
mungkin sifat itu ku warisi dari dirimu,
sederhana dalam apa jua benda kau laku,
tepuk amai-amai sang belalang dan kupu-kupu,
aku ingin kau tahu dirimu ratu hidup ku,


ibu....
oh ibu....
engkau lah ratu hatiku...
bila....
ku perlukan ..
kau senantiasa bersama...
ibu...
oh ibu....
engkau lah ratu..
engkau lah ratu hati ku..

0 comments:

Post a Comment